Ironi, bahkan kita lupa siapa Nabi setelah Nabi Isa

 


kawan, apa yang kita rasakan ketika melihat video diatas?
miris bukan? bahkan Rasulullah mengingat kita sebagai ummatnya,
dalam siangnya, malamnya, bahkan dalam kondisi sakitnya sebelum wafat
lantas kelak beliau adalah orang yang paling sibuk untuk meminta syafaat ummatnya.
adapun kita?
jangankan mengidolakannya, kita lebih sering mengisi hari-hari kita dengan memuja mereka yang bahkan tidak mengenal Allah.
bibir kita lebih sering bersenandung dengan kalimat kesia-siaan, 
padahal Rasul kita telah beri teladan akan ucapan yang baik.
seringkali kita bermalas-malasan, padahal belum ada sertifikat yang jamin kita tuk masuki jannah-Nya.
namun Rasul,  Iamenghiasi harinya dengan juang, peluh dan air mata.

sungguh ironi kita.

padahal inginnya jadi salah satu orang yang berada di barisan Rasulullah,
membawa panji ditengah ummat terbaik,
namun..
namanya saja kita tak mengingatnya.

eiitsss... tunggu-tunggu.. 
tadi waktu kita nonton videonya, terus membaca dua paragraf di awal, pasti langsung terbesit di benak kita  , Ya Allah parah banget mereka gak tau siapa nabi setelah nabi isa. atau, ya Allah semoga aku tidak termasuk orang-orang yang demikian

tapi coba kita analogikan, jawab pertanyaan ini dengan cepat ya 😊
siapa wakil presiden setelah Boediono?
apa sila setelah "kemanusiaan yang adil dan beradab"?
atau.., sebutkan rukun shalat yang ke 12!

tentu kita membutuhkan waktu untuk berpikir. untuk menjawab pertanyaan diatas bukan? tidak tahu urutan wakil presiden bukan berarti kita tidak mengenal siapa Jusuf Kalla. tidak tahu urutan ke 12 dari rukun shalat bukan berarti kita tidak pernah shalat. walaupun sebenarnya pertanyaan diatas tidak bisa disamakan dengan pertanyaan yang ada di video, namun mari kita garis bawahi bahwa tidak bisa menjawab pertanyaan siapa nabi setelah nabi isa bukan berarti tidak mengenal Rasulullah. 

mari kita bayangkan berada di posisi mbak-mbak dan mas-mas pada video diatas. Apa sih yang biasanya dipikirkan oleh mereka yang mengisi car free day pada ahad pagi? pasti gak jauh-jauh dari lari nya udah berapa meter ya? atau mau jajan apa ya habis ini? . lantas tiba-tiba, datang kepada kita  seseorang membawa kamera dan menyodorkan microphone, kemudian mengajukan pertanyaan secara spontan. bagaimana reaksi kita? 

Dari fenomena konten social experiment ini terdapat beberapa kekeliruan dalam berlogika atau logical fallacy atau sesat berpir. namun sebelum masuk kedalam pembagian logical fallacy, kita harus tau dulu kenapa sih kita harus belajar logika?
yap! tentunya agar kita menjadi pribadi yang logis dalam mengambil keputusan, tidak gegabah atau mengedepankan emosi semata. 

pengertian logika sendiri menurut Rapar (1996) adalah sarana untuk berpikir sistematis, valid dan dapat dipertanggungjawabkan. karena itu, berpikir logis adalah berpikir sesuai dengan aturan-aturan berpikir, seperti setengah tidak boleh lebih besar daripada satu. logis dalam bahasa sehari-hari biasa disebut dengan masuk akal. 

mari kita masuk dalam contoh-contoh penalaran logika. 
pertama, konten diatas, berupa video social experiment yang dihiasi lagu-lagu yang membuat kita sedih dan terharu. atau seperti konten orang tua yang dipaksa mengemis dan berbagai orang yang memiliki disabilitas namun tetap bekerja.

Nah, dari konten tersebut kita mendapat fakta bahwa hal tersebut bisa membuat emosi berlebih terbangun dalam diri kita. perlu dicatat bahwa sebenarnya peran logika bukan untuk mematikan rasa, melainkan untuk mengelolanya dengan lebih proporsional ingin diarahkan kemana. ditambah lagi , remaja ini kita berada di era teknologi yang didalamnya terdapat banyaak sekali argumen persuasif.

kedua, mari kita perhatikan beberapa jargon iklan dibawah ini. 

apakah jika tidak minum aqua kita tidak memperoleh kebaikan?



Apakah kopi selain kopi ABC tidak asli?



Apakah laki-laki yang tidak minum extrajoss maka otomatis tidak lakik?




apakah member BTS menempatkan tokopedia sebagai prioritas nomer wahid dalam kesehariannya? atau apakah song jong ki benar-benar memakai scarlett?

Big No!! its All about emotion!

tentu, hal -hal diatas adalah teknik marketing yang bisa mengaduk-aduk emosi para konsumen. hal ini dikarenakan "pesan" tersebut sampai kepada mereka. 
maka.., Selain dengan berfikir logis, tentunya akan ada alasan mengapa seseorang berpegang pendirian dengan apa yang dirinya katakan. inilah yang menjadi landasan dan dikenal dengan nama Statement. Hadirnya statement inilah yang memiliki kekuatan persuasif (mengajak). Kemudian Statement ini dikenal dengan nama Argumen Nah, argumen ini kemudian dituangkan kedalam konten ataupun media yang hendak disampaikan kemudian menimbulkan emosi tertentu (kepengen beli, senang, sedih, dan lain sebagainya) 

Berdasarkan statement diatas, maka dapat kita evaluasi dan simpulkan bahwasanya dalam melihat konten, kita ndak boleh main langsung sembarangan kepancing. Diperlukan berbagai penalaran logika dan pendekatan yang lebih mendalam, karena ego tidak sepenuhnya menentukan nilai suatu fenomena dengan tepat karena ia berbasis pada perasaan. kaya contohnya berbagai multi asumsi pada konten social experience soal siapa nabi setelah nabi Isa A.S, banyak sekali yang pro dan kontra dalam memandangnya, disini tentunya kita memerlukan pemahaman dan analisa dan pendalaman lebih jauh lagi.

setelah kita memahami lewat studi kasus diatas, mari kita mengenal tentang logical fallacies. istilah ini pada dasarnya diambil dari bahasa latin yaitu fallacia yang berarti deception. deception dalam bahasa indonesia dapat diartikan tipu muslihat atau penipuan. dengan kata lain, argumen yang dilontarkan seseorang yang tidak terbukti kebenarannya berpotensi menipu orang lain. naah, sesat berpikir biasanya mempunyai karakteristik sebagai berikut:

1. logika yang terdapat kesalahan dalam logika berpikir (langsung menarik premis)
2. biasanya diterapkan dalam argumen.
3. ada indikasi kesan menipu dan denial pada orang lain. 

macam-macam logical fallacies
1. Ad hominem, merupakan sesat pikir di mana saat dua pihak sedang melontarkan argumen, satu pihak akan membahas kepribadian orang lain yang tidak ada kaitannya dengan pembahasan yang sedang berlangsung.

2. Hasty generalization (overgeneralization), merupakan sebuah kondisi dimana ketika satu pihak mengalami trauma dan peristiwa tidak mengenakkan menganggap semuanya sama saja 

3. Strawman, merupakan suatu keadaan di mana saat dua pihak sedang berbicara, pihak yang lain menyimpulkan argumen orang lain secara salah dan menimbulkan kesalahpahaman. 

4. Post hoc, merupakan sebuah argumen di mana seseorang melebih-lebihkan sesuatu dan terlalu mempercayai suatu hal.

5. Circular reasoning, merupakan argumen seseorang yang sifatnya terus berputar-putar tanpa ada bukti yang kuat

6.  Burden of proof, yaitu jenis sesat pikir dengan suatu keadaan di mana pihak pertama yang telah mengeluarkan argumen menantang kepada pihak kedua untuk memberikan bukti kalau argumennya itu tidak valid.
 
7.Begging the question, yakni menyampaikan statement yang berputar-putar atau memiliki pola pikir yang melingkar

8. False dilemma, merupakan salah satu kesesatan berpikir yang membuat pihak pertama seolah-olah hanya memberikan dua pilihan dari argumennya kepada pihak kedua.

 9. Appeal to nature, mindset yang membuat orang berpendapat kalau semua hal yang dia alami adalah baik, benar, dan tidak terbantahkan sama sekali. 

10. Anedoctal, yakni menggunakan pengalaman pribadi ataupun sampel tertentu secara subjektif untuk dijadikan sebagai argumen yang berkaitan dengan seluruh orang atau populasi. padahal hanya sebagian kecil (sampel) 

11. Ad ignorantum, modelannya hampir sama seperti ketika menggeneralisasikan sesuatu, tetapi hanya terpaku pada satu subjek saja dan menimbulkan konflik

 12. The gambler’s fallacy, yakni mempertaruhkan sesuatu atau menanam aset di sebuah investasi pemikiran 

13. Middle ground, yakni pemikiran beranggapan kalau saat dia berada di tengah-tengah pertentangan, ia beranggapan kalau berada di titik tengah adalah suatu kebenaran. 

14. False causes, ketika seseorang disajikan dengan dua hal yang terjadi secara bersamaan, lalu orang itu berpikir dua hal tersebut saling berkaitan atau mempunyai sebab akibat 

15. Appeal to popularity, yakni sesat fikir dimana seseorang mempercayai suatu argumen yang disetujui oleh sebagian besar masyarakat.

16. Slippery slope, kesalahan berpikir mengenai sebab akibat. 

17. Bandwagon, yakni memercayai sesuatu argumen yang diyakini benar oleh kebanyakan masyarakat padahal tidak mutlak benar 

18. The Fallacy Fallacy, suatu klaim atau argumen yang apabila dibantah dengan buruk, otomatis klaim atau argumen tersebut sudah pasti salah.

19. Appeal to emotion, suatu keadaan di mana pihak satu mencoba untuk memanipulasi perasaan atau emosinya supaya lawan bicara ikut merasakan sedih, marah, atau emosi yang lainnya (menguji empati didalamnya) 

20. Ambiguity, merupakan ketidakjelasan dalam menyampaikan suatu kebenaran. Alhasil, argumennya bisa saja menyesatkan atau menghapus kebenaran. 

21. Personal incredulity, Menganggap sesuatu hal yang nggak dimengertinya menjadi sebuah argumen atau tindakan yang salah

Setelah kita mengetahui bagaimana kaitannya antara memahami fenomena dan penalaran berfikir, maka dapat disimpulkan bahwa seharusnya kita sebagai seorang muslim  berfikir lebih mendalam. Dengan kita mendudukkan berbagai wahyu (kebenaran Al-Qur'an) sebagai firman-Nya dan hadirnya Rasulullah sebagai utusan-Nya, kita akan berfikiran lebih cemerlang sehingga bahkan hal yang tidak logis di akal menjadi hal yang logis. karena kita sudah memahami hakikat agama untuk mendudukkan wahyu berada di posisi yang paling atas.

Namun sayangnya, Seringkali, kita sudah belajar agama, tapi kelakuan kita justru malah lebih EMOSIONAL daripada mereka yang hanya mengandalkan akal murni. apa yang salah dengan kita? padahal kita sudah memiliki wahyu sebagai guidebook dalam berlogika dengan baik. Kuncinya adalah memang menjadi PR bersama bahwasanya semata-mata kita dakwah mengutamakan wahyu kemudian mendudukkan logika. bukan terpaku dengan perasaan (view, like, komentar, interaksi dalam konten) karena ini adalah spot yang paling rawan dibisiki oleh setan untuk menggelincirkan niat. mari meletakkan pemikiran beyond dan melesat jauh dengan Islam tanpa memikirkan payback dan menjadikan langkah dakwah semakin panjang dan bertahan lama, Wallahu'alam Bishowab,

Komentar

Posting Komentar